Tragedi-Tragedi Besar Dalam Sejarah Islam

Rp. 185.000

Hanya Tersisa: 30 lagi

Kategori: Tasbih Digital

Penerbit: Kata Depan

Tragedi-Tragedi Besar dalam Sejarah Islam : Runtuhnya Baghdad, Andalusia, Turki Ustmani, dan Baitul Maqdis

---------------------------

Karya : DR. Fathi Zaghrut

Cover : Hard Cover

Isi : 982 Halaman

Berat : 1300 Gram

Ukuran : 16 x 24,5 cm

Harga : Rp 185.000

---------------------------

Baghdad, Granada, Istanbul, Baitul Maqdis (Al-Quds), adalah kota-kota Islam pada masa lalu yang dikenang dalam sejarah sebagai basis ilmu, basis peradaban, kejayaan sebuah pemerintahan Islam, jejak keagungan seni dan arsitektur Islam, dan kota suci kaum muslimin. Kota-kota yang pada masa lalu memancarkan sinar kegemilangannya ke seluruh penjuru dunia. Dikenal dan dikenang sepanjang sejarah hingga kini.

Namun, keagungan sejarah kota-kota Islam tersebut sempat mengalami fase keruntuhan, yang disebabkan oleh gaya hidup mewah para pemimpinnya, perpecahan antar kaum muslimin, dan ekspansi kaum kafir. Inilah yang menjadi bencana, sehingga benteng-benteng pertahanan umat Islam itu dengan mudah ditaklukkan oleh musuh.

Buku asli ini berjudul An-Nawazil Al-Kubra fi At-Tarikh Al-Islami (Tragedi-tragedi Besar dalam Sejarah Islam). Tragedi-tragedi yangdimaksud adalah; jatuhnya Baghdad di tangan pasukan Mongol pada tahun 656 H, jatuhnya Baitul Maqdis di tangan tentara Salib pada tahun 492 H, lalu jatuhnya Granada di Andalusia dan berakhirnya daulah Islam di negeri itu pada tahun 897 H/1592 M, Terakhir adalah jatuhnyakekhalifahan Utsmani pada tahun 1342 H/ 1924 M yang merupakan akhir dari benteng pertahanan Islam.

Empat kota bersejarah yang menjadi basis kekuatan Islam pada masa lalu itulah yang menjadi pembahasan dalam buku ini. Sang penulis, Dr. Fathi Zaghrut, tak hanya menggambarkan tentang keruntuhan basis-basis pemerintahan Islam tersebut, tetapi juga memberikan analisa-analisa yang tajam tentang mengapa kota-kota tersebut mengalami keruntuhan?

Karena itu, buku ini tidak mengajak kaum muslimin untuk meratapi apa yang telah terjadi pada masa lalu, tetapi mengajak kita semua untuk belajar