Sabiya : Luka yang Kau Torehkan -Mellyana Dhian

Rp. 92.000

Hanya Tersisa: 5 lagi

Kategori: Fiksi & Literatur

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia

Sabiya kira memiliki suami yang paham agama akan terhindar dari orang ketiga, tapi dia salah. Pernikahannya yang berjalan 3 tahun harus kandas karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Abizard—suaminya. Awalnya hidup Sabiya yang kesulitan langsung berubah indah ketika dipinang Abizard, anak majikan sang ibu. Dua tahun berjalan tidak ada halangan; Abizard menjadi sosok romantis yang selalu memahami Sabiya. Dia membimbing Sabiya selayaknya seorang imam dalam Islam. Bahkan saat Sabiya keguguran Abizard bisa menguatkan. Menjelang tahun ketiga pernikahan semua berubah; dia sering pulang malam, tidak memperbolehkan Sabiya memegang ponselnya, hingga puncaknya Sabiya melihat Abizard menjaga seorang wanita bernama Naila di rumah sakit. Malam itu, Abizard mengajak Sabiya makan malam kantor di restoran daerah Jakarta Timur. Namun lelaki itu malah tidak ada kabar. Sabiya menunggu di sana bersama Viola (ponakannya yang masih bayi) dan Yasmin (satu-satu teman Abizard yang Sabiya kenal dekat). Sabiya putus asa setelah satu jam menunggu. Dia marah dan ingin pulang. Tiba-tiba Yasmin mencegah serta mengatakan kalau Abizard kecelakaan. Mereka pun pergi ke rumah sakit. Anehnya tidak ada pasien UGD berjenis kelamin laki-laki, setelah dicek ternyata Abizard menjadi wali Naila. Di sanalah Sabiya menyaksikan langsung ketidaksetiaan sang suami. Sabiya hancur. Dia sangat kecewa. Dia menangis tersedu-sedu di luar rumah sakit. Abizard cukup kaget begitu menemui mereka di luar. Namun dia masih bersikap biasa dan mengira Sabiya tidak tahu. Sabiya juga dilema. Dia bukan wanita yang kuat secara ekonomi. Dia hanyalah wanita miskin dan mengandalkan kejar paket soal pendidikan. Tidak punya keahlian apapun selain soal berbakti dengan suami. Kalau bercerai bagaimana hidupnya nanti? Selama ini dia hanya mengandalkan sang suami. Belum lagi ibunya itu sangat patriarki. Hari-hari berat tetap dilalui. Sabiya tidak kuat dan mengutarakan niatnya kepada Abizard. Lelaki itu jelas melarang. Dia menganggap Sabiya